Aku membaca sebuah buku berjudul "Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti?". Sebuah frasa yang terkesan menyeramkan, tapi sebenarnya berisi kisah yang begitu menyentuh.
Pada suatu sub sub-bab bertajuk Pertimbangan dan Keegoisan, aku menemukan kisah tentang seseorang yang tengah berada dalam transportasi umum yang ramai. Ia bernarasi sebagaimana yang aku kutip berikut,
"Seperti biasa, aku berhati-hati supaya tidak menyenggol orang lain. Aku selalu peduli dengan hal-hal seperti itu, sampai berpikir, apakah semua orang berhati-hati seperti ini? Ternyata tidak. Orang-orang berusaha mencari posisi nyaman untuk berdiri, ... . Mereka semua melakukan itu demi kebutuhan masing-masing."
Dalam kehidupan sosial, kita diajarkan tentang hak dan tanggung jawab, serta tentang kebebasan dan batasan. Seringkali kita mendapati berbagai perilaku manusia. Sebagian orang berhati-hati agar tidak melanggar hak orang lain. Sebagian orang berusaha untuk selalu menunaikan tanggung jawab. Sebagian orang merasa bebas melakukan keinginannya. Sebagian lainnya menjaga untuk tidak melampaui batasan.
Kita meyakini bahwa keadaan sosial akan menjadi tenteram dan harmonis jika setiap orang memegang prinsip soal hak dan tanggung jawab, serta kebebasan dan batasan sesuai dengan porsinya, tidak berlebihan. Nyatanya tidak jarang kita mendapati kebanyakan orang hanya mengingat-ingat tentang haknya, merasa bebas menuntut bahkan merebut sampai menyenggol sana-sini, tapi seringkali menutup mata dan abai terhadap tanggung jawabnya, juga lupa bahwa kebebasan seseorang dibatasi oleh kebebasan orang lain.
Bukankah kita semua tahu bahwa manusia diciptakan dengan akal dan nafsu?
Akal menuntun dalam membuat pertimbangan, dan nafsu mendorong pada keegoisan.
Bukankah perlu untuk mempertimbangkan berbagai hal agar tidak menjadi zalim pada orang lain?
Bukankah perlu untuk menekan nafsu agar tidak timbul keegoisan yang meluap-luap?
Entahlah, mungkin aku hanya mengira-ngira saja. Ah, sulit ternyata belajar tentang kebijaksanaan.
Tapi bukankah Allah sudah banyak menegur orang-orang yang melampaui batas?
Cimahi, 2 Maret 2026
Wulandari~
