Kamis, 29 Januari 2026
Rabu, 14 Januari 2026
Untittled
Waktu Berlalu
Minggu, 16 November 2025
Overthinking Berkedok Kontemplasi: Apakah Pengetahuan Berkorelasi dengan Sikap Moral Seseorang?
Jumat, 15 Agustus 2025
Resume | Materi Kegiatan Workshop Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta
IGRA Kecamatan Cimahi Tengah
Rabu, 13 Agustus 2025
di Gedung Dakwah Masjid Agung Cimahi
Oleh Hj. Siti Zakiyah, S.Ag., M.Pd. dan Nadya Nikki Gadizoraya
“Mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran”
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Seratus tahun pasca kemerdekaan, tepatnya tahun 2045, Indonesia ditargetkan menjadi negara maju yang setara dengan negara-negara maju di dunia. Demi mencapai target tersebut, muncul gagasan tentang upaya untuk mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan memiliki daya saing. Generasi inilah yang disebut dengan generasi emas, yaitu putera-puteri atau penduduk Indonesia yang dua puluh tahun mendatang akan menginjak usia produktif. Anak-anak kita yang diharapkan dapat membawa kemajuan bagi bangsa dan negara.
Langkah mendasar yang bisa dilakukan guna mempersiapkan generasi emas tersebut antara lain melalui pendidikan. Beberapa upaya yang dilakukan dalam mengembangkan sistem pendidikan, diantaranya adalah mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam (deep learning) yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kurikulum Berbasis Cinta yang digagas oleh Kementerian Agama.
Visi Pembelajaran Mendalam
Memberikan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Landasan Hukum
- Kebijakan Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025;
- Kepdirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 tentang Panduan Kurikulum Berbasis Cinta
Dalam Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025, implementasi pembelajaran mendalam berupa penyesuaian kurikulum dan pendekatan pembelajaran tanpa harus membuat kurikulum baru, serta penambahan mata pelajaran coding dan kecerdasan arfisial (AI) yang mulai diajarkan bertahap mulai kelas 5 Sekolah Dasar.
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Dimensi Profil Lulusan
- Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Mahaesa;
- Kewarganegaraan;
- Penalaran Kritis; anak mampu menumbuhkan nalar kritisnya.
- Kreativitas; lahirnya anak-anak kreatif dan inovatif yang mampu keluar dari kotak berupa zona nyaman.
- Kolaborasi; anak mampu bekerja sama dalam tim maupun orang-orang di sekitarnya.
- Kemandirian; anak mampu bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
- Kesehatan; anak terbiasa mengkonsumsi makanan sehat.
- Komunikasi; anak mampu menyampaikan apa yang dirasakan dan mampu menjadi pendengar aktif.
Prinsip Pembelajaran Mendalam
- Berkesadaran (Mindful)
Anak diajak untuk sepenuhnya sadar akan proses belajar, seperti memahami tujuan pembelajarannya, menghubungkan materi dengan pengalaman nyata, serta merefleksikan apa yang sudah atau belum dikuasai.
- Bermakna (Meaningful)
Materi yang diajarkan tidak hanya dihafalkan tetapi dipahami secara mendalam dan dapat diterapkan dalam kehidupan. Diharapkan mampu menunjukkan relevansi pembelajaran dengan peristiwa dunia nyata sehingga anak dapat termotivasi dan terlibat dalam aktivitas sehari-hari.
- Mengembirakan (Joyful)
Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga pembelajaran tidak terasa sebagai beban melainkan menjadi pengalaman yang berkesan sehingga anak merasa senang untuk pergi ke sekolah.
Prinsip Pengalaman Pembelajaran Mendalam
- Memahami; anak tidak hanya menerima informasi atau pembelajaran baru, tetapi juga mampu mengkomunikasikan dengan bahasa sendiri tentang apa yang dipelajarinya.
- Mengaplikasikan; anak mengalami perubahan sikap dengan mampu menerapkan pembelajaran yang diterapkan dalam keseharian, karena ilmu akan kurang bermakna jika hanya sekadar menjadi pengetahuan.
- Merefleksi; tanyakan pada anak apa yang sudah dipelajari, bagaimana anak mereka belajar, dan apa yang harus mereka lakukan.
Kerangka Pembelajaran Mendalam
- Praktik Pedagogik; membangun kompetensi sehingga dapat mewujudkan pembelajaran yang efektif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan anak, dengan berkolaborasi dengan melibatkan anak.
- Lingkungan Pembelajaran; lingkungan yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak merupakan elemen penting dalam Pembelajaran Mendalam.
- Pemanfaatan digital; teknologi sebagai media pendukung harus dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung pembelajaran yang interaktif dan relevan, tentunya dengan pengawasan dan pengarahan.
- Kemitraan Pembelajaran; keterlibatan antara anak, guru, orang tua, dan komunitas sekitar mendukung pembelajaran menjadi relevan dengan peristiwa di kehidupan sehari-hari.
Kurikulum Berbasis Cinta
Topik Kurikulum Berbasis Cinta (Pancacinta)
- Cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW; mendorong anak untuk memahami bahwa Allah sebagai sumber segala cinta dan Rasulullah sebagai sumber teladan.
- Cinta kepada diri sendiri; mendorong anak untuk memahami dan menerima potensi diri, mengetahui kapasitas diri, serta bersyukur dengan apa yang ada pada diri sendiri sehingga anak dapat tumbuh percaya diri dan berintegritas.
- Cinta kepada sesama; mendorong anak untuk bersikap toleransi, berempati, dan mampu bekerja sama dalam lingkungan sosial.
- Cinta kepada lingkungan; mendorong anak untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan, serta terciptanya sekolah yang ramah lingkungan.
- Cinta bangsa dan negara; menanamkan rasa nasionalisme dan semangat untuk memperjuangkan kemajuan Indonesia.
Insersi Pengalaman Belajar
Kurikulum Berbasis Cinta dilekatkan dalam pembelajaran berupa insersi tema dan insersi materi.
Tujuan Kurikulum Berbasis Cinta
- Cinta sebagai prinsip
- Humanis
- Nasionalis
- Naturalis
- Toleransi
Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta
- Intrakurikuler
- Iklim Madrasah Pembiasaan
- Ekstrakurikuler
- Kegiatan Keagamaan
Prinsip-Prinsip dalam Pendekatan Pembelajaran Mendalam (S.M.A.R.T)
- Diferensiasi. Setiap anak memiliki kemampuan dan latar belakang yang berbeda; usahakan untuk memfasilitasi setiap perbedaan yang ada; tidak bisa memaksakan hasil yang sama dikarenakan perbedaan yang ada.
- Kepercayaan. Tanyakan pada anak perihal seberapa mampu dan mau anak ingin belajar; berikan kepercayaan kepada anak supaya anak merasa nyaman; berikan keleluasaan kepada anak untuk berekspresi dan bereksplorasi.
- Asesmen formatif. Penilaian dilakukan sepanjang anak bersekolah, yang dilihat dari, 1) Sikap yang menunjukkan “anak mau”, 2) Keterampilan yang menunjukkan “anak bisa”, dan 3) Pengetahuan yang menunjukkan “anak mengetahui”.
- Pembelajaran kolaborasi (presentasi dan fasilitasi). Tidak hanya memberikan materi atau penjelasan melalui “ceramah”, tetapi juga mengajak anak untuk berdiskusi menyampaikan gagasan atau ide mereka.
- Suasana belajar menyenangkan. Memaksimalkan seluruh indera anak untuk merasakan dan memberikan kesan mendalam.
- Motivasi. Meningkatkan motivasi belajar anak supaya anak semangat untuk datang lagi ke sekolah.
- Rentang atensi anak. Memperhatikan dan mengukur rentang atensi anak dalam menentukan kegiatan agar waktu pembelajaran dapat efektif.
- Sikap. Persiapkan materi, penataan lingkungan main, dan pengenalan pada anak tentang materi.
- Aktivitas. Harus jelas, terencana, dan menyenangkan sehingga anak dapat terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan reflektif.
- Refleksi. Anak sudah melalui proses berpikir lalu merefleksikan, memiliki pola pikir baru, serta sebagai acuan untuk merancang pembelajaran selanjutnya.
- Struktur dan sekuen dalam pembelajaran. Perencanaan kegiatan secara terstruktur dan sesuai konsekuen.
- Hubungkan dan rangkum. Relevansi pengetahuan dengan realitas anak.
- Variasi Latihan. Supaya tidak membosankan.
- Apa manfaatnya bagiku? (AMBAK). Pengalaman belajar tidak hanya sebatas pembelajaran menggunakan media yang ada di sekolah tetapi juga anak dapat merasakan manfaat dari pembelajaran tersebut. Contohnya, di sekolah anak belajar melipat kertas, implementasinya anak mampu melipat sajadah, pakaian, atau selimut di rumah.
- Pengalaman belajar.
- Tindak lanjut. Pembelajaran tidak hanya sampai pada anak merenung dan mengkomunikasikan, melainkan ada tindak lanjut jika tujuan belum tercapai. Bisa juga dengan memberikan reward dan melakukan evaluasi.

