Kubilang pada diriku, "Tidak semua usaha membuahkan hasil yang diinginkan. Tidak semua keinginan bisa berjalan sesuai harapan. Tidak semua harapan akan terkabul membawa kebahagiaan. Kemudian ketika hal tersebut terjadi, kamu akan merasa kecewa. Kekecewaan akan terus ada jika dirimu hanya terobsesi pada kesempurnaan. Lalu kesempurnaan seperti apa yang kamu mau?
Kamu perlu berusaha untuk meraih apa yang kamu inginkan, dan mempunyai harapan supaya tidak putus asa di tengah jalan. Tapi ketika semua hal tidak berjalan sesuai rencana, atau hasil yang kamu peroleh tidak memuaskan, mungkin segitulah yang pantas kamu dapatkan. Kamu tidak bisa menuntut kesempurnaan atau bahkan itung-itungan dengan Tuhan. Sebab beberapa keadaan tidak bisa dipaksakan, dan ketika Tuhan telah menentukan, tentunya Ia tahu apa yang kamu butuhkan.
Ketika jalan yang kamu tempuh tidak membawamu pada tujuan, kamu mulai merasakan penyesalan. Banyak orang bilang, lebih baik menyesal karena telah melakukan sesuatu daripada menyesal karena tidak melakukan sesuatu. Tapi nyatanya, tidak ada hal baik atau yang lebih baik ketika kamu tengah berada dalam penyesalan. Kamu akan mulai menyalahkan. Menyalahkan orang-orang, menyalahkan keadaan, menyalahkan dirimu sendiri. Itu bisa jadi hal yang wajar, namun tidak akan membawamu pada penyelesaian.
Kemudian apa yang akan kamu lakukan? Mungkin kamu perlu menangisi penyesalan, dan menerima ketidaksempurnaan. Toh, setidaknya yang kamu lakukan sudah cukup baik, karena kamu telah berusaha. Kemudian melanjutkan perjalanan, dan menyerahkan semuanya pada Tuhan. Ia Mahatahu tentang apa-apa yang baik bagimu."
