Bagaimana kabarmu kini?
Ah, rasanya ganjil saat melontarkan itu. Selama kita masih bersama, jarang sekali kutanyakan kabarmu secara langsung. Meski banyak hal yang kauberi padaku tak lantas membuatku tergoda untuk rajin menanyakan kabarmu.
Apakah kau masih ingat? Dulu kau begitu pandai mengatur strategi saat menggerakkan tentara-tentara mungil diatas sebidang papan berpetak hitam-putih. Seringkali aku menantangmu untuk bermain, dan pada akhirnya aku harus menerima skak-mat karena kalah cerdas dibandingkanmu.
Ah, rasanya ganjil saat melontarkan itu. Selama kita masih bersama, jarang sekali kutanyakan kabarmu secara langsung. Meski banyak hal yang kauberi padaku tak lantas membuatku tergoda untuk rajin menanyakan kabarmu.
Apakah kau masih ingat? Dulu kau begitu pandai mengatur strategi saat menggerakkan tentara-tentara mungil diatas sebidang papan berpetak hitam-putih. Seringkali aku menantangmu untuk bermain, dan pada akhirnya aku harus menerima skak-mat karena kalah cerdas dibandingkanmu.
